Kadin Purwakarta Segera Gelar Mukab pada Juni 2026

Setelah mengalami kekosongan kepengurusan selama kurang lebih empat tahun, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Purwakarta dipastikan akan segera menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab).

Kepastian ini muncul setelah jajaran Caretaker Kadin Purwakarta melakukan pertemuan informal dengan para Anggota Luar Biasa (ALB) yang terdiri dari berbagai asosiasi, himpunan, dan lembaga di wilayah tersebut.

Ketua Caretaker Kadin Kabupaten Purwakarta, Haerul Tamam, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk mensosialisasikan rencana Mukab serta menjaring aspirasi dari para pelaku usaha. Berdasarkan hasil kesepakatan sementara, Mukab direncanakan bakal berlangsung pada awal Juni 2026.

“Langkah selanjutnya setelah pertemuan ini adalah pembentukan panitia pelaksana, yang terdiri dari Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC). Panitia inilah yang nantinya akan menyusun tahapan teknis, mulai dari pendaftaran peserta hingga penjaringan calon ketua,” kata Tamam kepada awak media, usai pertemuan di Rumah Makan SHSD Ciganea, Selasa (14/4/2026).

Kemudian, soal kriteria calon ketua, Haerul Tamam menekankan beberapa poin penting sesuai dengan Peraturan Organisasi (PO). Calon harus merupakan anggota aktif yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin. Memiliki rekam jejak atau pengalaman memimpin organisasi pengusaha.

“Pendaftaran akan dibuka secara transparan bagi siapa saja yang memenuhi syarat. Namun, sejauh ini belum ada nama kandidat resmi karena panitia pendaftaran sendiri belum terbentuk,” ujar Tamam.

Ia juga menambahkan bahwa panitia dimungkinkan untuk menambah persyaratan khusus selama tidak berbenturan dengan aturan organisasi yang lebih tinggi, termasuk memperhatikan status calon yang mungkin menjabat di lembaga negara agar tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Baca  Kedepankan Sistem dan Transparansi, Sekda Purwakarta Sri Jaya Midan Pastikan Pengadaan Barang Bebas Intervensi

Pelaksanaan Mukab ini diharapkan menjadi titik balik bagi Kadin Purwakarta untuk kembali aktif dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Dengan terbentuknya kepengurusan definitif, Kadin diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Purwakarta.

Bursa Calon Ketua

Bursa calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Purwakarta mulai menghangat. Selain Ketua DPD Gapeknas Kabupaten Purwakarta, R. Priyatna Kusumah, yang bakal maju dalam pencalonan, Mantan Ketua BPC HIPMI Purwakarta, Ricky Syamsul Fauzi, memberikan sinyal kuat untuk ikut berkontestasi dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) yang direncanakan digelar Juni mendatang.

R. Priyatna Kusumah, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Gapeknas Kabupaten Purwakarta, dalam pencalonannya sebagai Ketua Kadin Purwakarta berpusat pada modernisasi organisasi dan sinergi ekonomi inklusif.

Bos Beye, begitu ia kerap disapa akan membawa semangat transformasi untuk menjadikan Kadin bukan sekadar wadah seremonial, melainkan motor penggerak ekonomi daerah yang nyata.

Priyatna Kusumah menekankan pentingnya mengembalikan marwah Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Ia ingin memastikan Kadin terlibat aktif dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah, sehingga regulasi yang lahir selaras dengan kebutuhan dunia usaha di Purwakarta.

Salah satu poin krusial dalam visinya adalah menjembatani jurang antara industri besar dengan pelaku usaha lokal. Mendorong perusahaan manufaktur besar di Purwakarta untuk berkolaborasi dengan pengusaha lokal dan UMKM dalam rantai pasok (supply chain) dan memberikan pendampingan agar UMKM naik kelas melalui digitalisasi dan akses permodalan.

Baca  Desak Penyelidikan Total Dugaan Penyimpangan Dana BOK, APH Diminta Jerat Pelaku dengan UU Tipikor  

Mengingat latar belakangnya di bidang konstruksi dan organisasi profesi, ia berkomitmen untuk menciptakan ekosistem usaha yang transparan dan sehat dan mempermudah komunikasi antara investor dengan pemangku kepentingan lokal guna meningkatkan daya saing daerah.

Ia juga mengusung misi untuk mendigitalisasi database anggota dan layanan Kadin. Hal ini bertujuan agar terjadi percepatan transformasi industri bagi para pengusaha di bawah naungan Kadin Purwakarta.

Dalam berbagai kesempatan, R. Priyatna Kusumah dikenal dengan gaya kepemimpinan yang akomodatif dan kolaboratif. Ia sering menekankan bahwa Kadin harus menjadi “rumah besar” bagi seluruh pengusaha, mulai dari pedagang pasar hingga pemilik pabrik, demi mewujudkan ekonomi Purwakarta yang lebih mandiri.

Sementara, Ricky Syamsu Fauzi, saat dikonfirmasi mengenai kepastian dirinya maju sebagai calon ketua, pria yang akrab disapa Riki Besti ini menjawab dengan diplomatis namun sarat makna. “Jawaban saya cukup:

Mugia Gusti Nangtayungan Semesta Ngizinan (Semoga Tuhan berkehendak, semesta mengizinkan),” ujarnya usai mengikuti pertemuan Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Purwakarta.

Menanggapi kekosongan kepengurusan Kadin Purwakarta yang terjadi selama hampir empat tahun terakhir, Ricky membawa visi yang berfokus pada kenyamanan ekosistem usaha di Purwakarta. Ia merangkum visinya dalam frasa Sunda, “Usaha Merenah, Gawe Ngeunah”.

Baca  Pansus I DPRD Purwakarta Matangkan Raperda Inisiasi Pemajuan Kebudayaan

“Artinya, setiap pengusaha ingin usahanya nyaman, enak, dan ada kenaikan kelas. Di sisi lain, karena Kadin juga terlibat dalam Dewan Pengupahan, kita ingin para pekerja dapat bekerja dengan nyaman dan sejahtera,” jelas Ricky.

Ia menekankan bahwa Kadin harus kembali ke marwahnya sebagai wadah bagi seluruh asosiasi pengusaha dan memberikan kemanfaatan nyata bagi para pelaku usaha di Purwakarta, bukan sekadar ramai saat menjelang Mukab saja.

Ricky juga menyoroti fenomena “musiman” yang sering terjadi di organisasi, di mana ratusan pengusaha mendadak mendaftar hanya untuk kepentingan suara di Mukab. Ia bertekad mengubah kebiasaan tersebut menjadi sebuah kesinambungan yang patuh pada regulasi.

“Saya ingin merubah kebiasaan ini. Bukan hanya ramai saat mau Mukab saja, tapi ke depan Ketum Kadin harus konsisten merangkul para pengusaha agar mereka aktif dan patuh regulasi untuk masuk ke dalam wadah Kadin secara berkelanjutan,” tegasnya.

Meski menyatakan kesiapannya jika dipercaya oleh rekan-rekan dari Anggota Luar Biasa (ALB), Ricky tetap mengedepankan etika organisasi dengan menghormati para pengusaha senior. Bagi dia, kontribusi untuk Kadin bisa dilakukan dalam posisi apa pun.

“Mau jadi ketua atau tidak, saya akan tetap berkontribusi agar Kadin bermanfaat. Sebagai anak muda, kami tentu harus mendengar wejangan dan nasihat dari para senior. Jika memang dipercaya dan diminta untuk maju, sebagai anak muda tentu harus siap mengikuti,” ujarnya.*

Artikel menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending