Provinsi Jawa Barat secara geografis memiliki karakteristik topografi yang sangat beragam, membentang dari pesisir pantai yang landai hingga puncak pegunungan yang menjulang tinggi. Keanekaragaman kontur ini berimplikasi langsung pada variasi iklim dan suhu udara di setiap daerah.
Berdasarkan data klasifikasi ketinggian wilayah, sejumlah kabupaten dan kota di Tanah Pasundan tercatat memiliki suhu udara yang jauh lebih menyengat dibandingkan wilayah lainnya karena letaknya yang berada di titik elevasi terendah.
Kabupaten Indramayu menempati urutan pertama sebagai wilayah dengan potensi suhu udara paling panas di Jawa Barat karena hanya berada pada ketinggian rata-rata 2,08 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Posisi ini kemudian disusul oleh Kota Cirebon yang mencatatkan elevasi 4,66 mdpl dan Kabupaten Pangandaran di tempat ketiga dengan ketinggian 6,96 mdpl.
Fenomena suhu tinggi ini mayoritas didominasi oleh wilayah yang berada di bawah ambang 50 mdpl, yang secara klimatologis merupakan kawasan dataran rendah pesisir utara dan selatan dengan paparan radiasi matahari yang lebih intens.
Kondisi termal yang menyengat ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alamiah semata, namun juga dipicu oleh dinamika lingkungan sekitar.
Menariknya, wilayah seperti Bekasi dan Cirebon tetap menunjukkan tren suhu yang tinggi meskipun secara elevasi lebih tinggi dibandingkan Indramayu, yang mengindikasikan bahwa laju urbanisasi dan kepadatan bangunan turut memberikan kontribusi signifikan terhadap fenomena pulau panas perkotaan atau urban heat island.
Secara berurutan, sepuluh wilayah yang mencatatkan diri sebagai daerah terpanas berdasarkan ketinggian wilayahnya meliputi Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, dan Kabupaten Pangandaran di barisan teratas.
Selanjutnya terdapat Kota Sukabumi dengan ketinggian 15,55 mdpl, Kabupaten Karawang 17,95 mdpl, serta Kota Bekasi yang berada di posisi 20,09 mdpl. Melengkapi daftar tersebut, Kota Banjar tercatat berada pada 36 mdpl, disusul Kabupaten Purwakarta dengan 48,98 mdpl, Kabupaten Bekasi 66,47 mdpl, dan Kabupaten Cirebon yang menempati posisi kesepuluh dengan ketinggian wilayah mencapai 76,77 mdpl.***

Tinggalkan Balasan