PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta mencatatkan capaian signifikan dalam realisasi pengadaan barang dan jasa untuk Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data terbaru hingga Maret 2026, total nilai realisasi pengadaan telah menyentuh angka Rp48,41 miliar yang tersebar di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Tingginya angka ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengakselerasi pembangunan sejak awal tahun, dengan rata-rata nilai per paket pengadaan berada di angka Rp163 juta.
Hal ini menunjukkan bahwa banyak paket pekerjaan yang melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah melalui metode Pengadaan Langsung maupun E-Katalog.
Fokus pembangunan pada tahun ini tampak sangat menonjol di sektor infrastruktur dan tata ruang.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang menjadi instansi dengan serapan anggaran terbesar, yakni mencapai Rp14,46 miliar.
Posisi selanjutnya diikuti oleh Sekretariat Daerah dengan realisasi sebesar Rp8,70 miliar, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang mencatatkan angka Rp6,35 miliar.
Selain itu, sektor pendidikan dan informasi juga memberikan kontribusi besar, di mana Dinas Pendidikan merealisasikan anggaran sebesar Rp4,27 miliar dan Dinas Komunikasi dan Informatika sebesar Rp2,85 miliar.
Dari sisi volume pekerjaan, terdapat 297 paket yang dikelola, di mana kategori Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi Konstruksi menjadi yang paling mendominasi.
Tercatat ada 67 paket Jasa Konsultansi Perorangan Konstruksi dan 44 paket Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi yang telah berjalan, yang menandakan bahwa tahap perencanaan teknis sedang berjalan masif untuk mendukung proyek fisik di masa mendatang.
Selain itu, kategori Pengadaan Barang dan Pekerjaan Konstruksi juga menyumbang angka yang cukup besar dalam struktur realisasi pengadaan periode ini.
Mengenai progres pelaksanaan, kinerja pengadaan di Kabupaten Purwakarta menunjukkan tren yang positif dengan sebagian besar paket sudah masuk tahap penyelesaian.
Sebanyak 72,7 persen atau sekitar 216 paket telah dinyatakan selesai, sementara 25,3 persen atau 75 paket lainnya masih dalam status proses berjalan. ***

Tinggalkan Balasan