Mau Sampai Kapan Desain Beli Jadi? Komite Ekraf Desak Pemda Purwakarta Gelar Lomba Logo Hari Jadi

Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten ke-58, muncul gagasan konstruktif dari kalangan pelaku seni dan ekonomi kreatif.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Purwakarta, Hadi Albulaqi, menyampaikan usulan agar Pemda setempat menggelar lomba desain logo resmi sebagai bagian integral dari rangkaian perayaan tersebut.

Langkah ini dinilai tidak hanya memperindah visual peringatan, tetapi juga menjadi wujud nyata apresiasi terhadap potensi lokal, khususnya di bidang desain.

“Kami berharap Pemda bisa membuka ruang kreativitas melalui lomba logo hari jadi Purwakarta tahun ini. Ini bukan sekadar soal gambar, tapi representasi identitas dan semangat Purwakarta ke depan,” ujar Hadi Albulaqi, Sabtu (11/4/2026).

Baca  HWB Purwakarta: Pola Investasi, Relasi, dan Bayang-bayang Kolusi?

Menurut Hadi, kegiatan lomba semacam ini memiliki nilai strategis yang lebih luas. Selain melahirkan karya terbaik, ajang ini menjadi sarana partisipasi aktif masyarakat serta wadah apresiasi bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya subsektor Desain Komunikasi Visual (DKV).

Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, perayaan hari jadi akan terasa lebih inklusif dan mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat terhadap daerah sendiri. Dampaknya pun positif, baik dari sisi pengembangan bakat maupun potensi ekonomi yang bisa digerakkan.

“Potensi anak muda di bidang DKV di Purwakarta sebenarnya sangat besar. Karya mereka bahkan sudah memiliki nilai ekonomi setingkat nasional hingga internasional. Sayang sekali jika potensi ini tidak difasilitasi dan diberi panggung yang layak,” tambahnya.

Baca  Berlokasi di Parcom, PKS Purwakarta Buka Posko Mudik

Lomba ini diharapkan menjadi momentum untuk menemukan identitas visual yang kuat, sekaligus menjadi bukti bahwa Purwakarta serius dalam mendukung lahirnya karya-karya desain grafis yang membanggakan.

Agar menghasilkan karya yang benar-benar berkualitas dan berkarakter, Hadi menyarankan agar penyelenggaraan lomba dilakukan secara profesional. Hal ini mencakup mekanisme yang jelas hingga pemilihan dewan juri yang kompeten.

“Perlu melibatkan juri dari kalangan praktisi desain, akademisi, dan perwakilan pemerintah. Proses kurasi harus transparan dan terbuka, demi menjaga kualitas serta kepercayaan publik terhadap hasil yang terpilih,” tegasnya.

Lebih jauh, Hadi berharap logo yang nantinya terpilih tidak hanya digunakan sesaat saat seremoni, tetapi bisa diadopsi menjadi bagian dari strategi branding daerah dalam jangka panjang.

Baca  Realisasi Pengadaan di Purwakarta Tahun 2026 Tembus Rp48 Miliar, Sektor Infrastruktur Mendominasi

“Dengan identitas visual yang berkarakter dan relevan, Purwakarta diyakini mampu meningkatkan daya tarik, baik dari sisi pariwisata, investasi, maupun penguatan citra sebagai daerah yang modern dan suportif terhadap perkembangan ekonomi kreatif,” demikian Hadi Albulaqi.*

Artikel menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending