Akselerasi Ketahanan Pangan: Polisi dan Kelompok Tani Sukses Gelar Panen Jagung Perdana 2026

Komitmen penguatan sektor pangan nasional di tingkat lokal kembali menunjukkan hasil nyata melalui keberhasilan kegiatan Panen Jagung Kuartal I Tahun 2026 di wilayah hukum Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan yang diinisiasi oleh jajaran Polsek Jatiluhur bersama Kelompok Tani (Poktan) Bagja Mekar ini berlangsung di atas lahan produktif seluas 10.200 meter persegi yang berlokasi di Kampung Sindangsari, Desa Parakanlima.

Langkah kolaboratif ini menjadi representasi nyata dari upaya diversifikasi pangan dan pemanfaatan lahan secara optimal guna menjaga stabilitas suplai komoditas jagung di pasar domestik pada awal April 2026.

Proses penanaman yang telah dimulai sejak Januari 2026 ini menggunakan varietas unggul bibit hibrida jenis Maxxi2, sebuah dukungan teknis dari Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta yang terbukti adaptif dengan karakteristik tanah di wilayah Jatiluhur.

Baca  Darurat Tata Kelola, Purwakarta di Ambang Krisis Kepercayaan Publik?

Dalam kurun waktu tiga bulan, lahan tersebut mampu menghasilkan produktivitas yang signifikan dengan estimasi total panen mencapai 1.200 kilogram jagung.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh jajaran kepolisian bersama penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jatiluhur yang secara konsisten memantau perkembangan fase vegetatif hingga generatif tanaman.

Selain berfokus pada aspek teknis produksi, inisiatif ini membawa misi strategis untuk mempererat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat tani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah ladang tidak hanya berfungsi sebagai pengawal keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan kemandirian pangan di wilayahnya.

Baca  Program MBG Dinilai Makin Mencekik, Banyak Masalah Bikin Rakyat Istighfar

Sinergi ini dipandang krusial untuk menciptakan ekosistem pertanian yang tangguh di Purwasuka, di mana stabilitas ekonomi masyarakat dapat terjaga melalui produktivitas lahan yang terukur dan berkelanjutan.

Hasil panen yang diperoleh dari Desa Parakanlima ini selanjutnya akan melewati proses standardisasi di gudang penyimpanan Poktan sebelum didistribusikan ke jaringan pengepul serta pasar tradisional lokal.

Dengan harga acuan yang berada di kisaran Rp5.500 per kilogram, komoditas ini diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar yang dinamis sekaligus memberikan margin keuntungan yang layak bagi para petani.

Langkah preventif dan produktif seperti ini diharapkan terus menjadi pola berkelanjutan yang memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan yang aman bagi masyarakat Kabupaten Purwakarta sepanjang tahun 2026.*

Baca  Siasat Unik Pemudik 2026: Sulap Mobil Pikap Jadi Ruang Penumpang Darurat Demi Kampung Halaman

Artikel menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending